Adoel Biker Kediri Jelajah Sumatera
Kamis, 19 Juli 2012 | 10:15
Modal Honda Butut Capai Titik Nol
“Saya pakai sepeda motor Honda buatan tahun 69, saya pikir bakal mogok ditengah jalan ternyata sampai juga ke Sabang dan saya senang banget bisa ke ujung Indonesia,” ujar Adoel saat menyambangi kantor Biro Rakyat Aceh Metro Aceh di Lhokseumawe, Rabu (18/7). Pemuda yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Astra Kediri (Kompak) tersebut mengaku menyambangi Kantor Rakyat Aceh setelah tahu satu grup dengan Jawa Pos dan ia penikmat Radar Kediri yang juga grup media cetak terbesar di Indonesia tersebut.
Ia menceritakan ia baru sekali ke Aceh dan ide berpetualang dengan sepeda motor muncul dari diskusi kecil bersama dua teman bikers lainnya tiga bulan lalu, saat itu ia tertarik dengan keindahan Sabang dan Aceh yang terkenal dengan konflik serta bencana Alam Gempa dan Tsunami. Setelah siap dengan segala resiko, akhirnya mereka sepakat untuk berangkat ke Aceh pada 23 April 2012.
Namun sayang, dua teman Adoel akhirnya mengundurkan diri setelah mendapat kabar Aceh tidak aman bagi orang luar. Namun hal itu tidak dihiraukan Adeol, ia tetap dengan niatnya mencapai Tugu Nol Kilometer. “Bismillah saja, toh nyawa Tuhan yang atur, namun dua rekan saya mengundurkan diri, mungkin mereka takut nantinya terjadi apa-apa,” ungkapnya sambil tersenyum.
Setelah sampai di Aceh sekitar seminggu lalu, Adoel langsung senang, pasalnya apa yang dianggap orang selama ini salah, ternyata Aceh aman bagi siapa saja, bahkan ia menilai rekan-rekannya sesama Biker di Lhokseumawe yang tergabung Honda City Sport Team (HCST) Aceh dan beberapa kota di Aceh lainnya ramah dan sangat memuliakan tamu. “saya seperti berada di kampung sendiri, dan semua anggapan negatif selama ini salah,” katanya lagi.
Kebahagian Adoel semakin lengkap, saat ia berhasil mencapai Tugu Nol Kilometer di Sabang pada Jumat minggu lalu, ia sempat menikamati keindahan kota paling ujung Indonesia tersebut sambil menikamati kopi Ulee Kareng yang terkenal sedap. Ditemani seorang rekannya Hadi Wibowo asal Medan Sumut, Adoel menyempatkan diri bermain-main ke pasir putih pantai Pulo Iboeh. “Aceh memang indah, saya akan kembali lagi ke sini suatu saat,” ujarnya.
Setelah sempat makan minum dan bersama rekan-rekan redaksi Rakyat Aceh , akhirnya siang itu pukul 15.00 WIB Adoel bersama Hadi berangkat pulang menuju ke Medan dan nantinya Adoel sendiri akan kembali ke kampung halamannya di Kediri, targetnya akhir Ramadhan nanti ia sampai disana dan berkumpul
kembali dengan keluarga. (*)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar